Pemerintah

Pemprov Sulsel Hadirkan Pakar untuk Pengasuhan Berkualitas

579
×

Pemprov Sulsel Hadirkan Pakar untuk Pengasuhan Berkualitas

Sebarkan artikel ini

Makassar |  Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengasuhan Berbasis Hak Anak bagi Organisasi Perempuan Tahun 2025, di Hotel Claro Makassar, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemprov Sulsel untuk memperkuat pengasuhan yang aman, setara, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak. Workshop ini sekaligus menjadi rangkaian puncak peringatan 26 Tahun Dharma Wanita Persatuan.

Melalui pendekatan psikologi perkembangan, regulasi emosi, serta penguatan prinsip-prinsip hak anak, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pendampingan anak baik di lingkungan keluarga maupun organisasi perempuan.

Kepala Dinas DP3A Dalduk KB Sulsel, Andi Murna, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk membekali para pengurus DWP dengan keterampilan pengasuhan positif.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin meningkatkan kemampuan dalam menerapkan positive parenting, pengasuhan non-kekerasan, serta kemampuan mengidentifikasi risiko kekerasan terhadap anak dan mekanisme rujukannya. DWP juga kita perkuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak,” kata Murna.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, dan psikolog Paras Putri Ramadhani.

Sekda Sulsel Jufri Rahman membawakan materi mengenai penguatan public speaking yang efektif, empatik, dan berwibawa—kompetensi penting bagi perempuan yang memegang peran strategis dalam keluarga maupun organisasi. Ia menekankan bahwa komunikasi publik yang baik dapat meningkatkan kapasitas pemberdayaan perempuan.

Sementara itu, psikolog Paras Putri Ramadhani menyampaikan materi terkait strategi pengasuhan dan regulasi emosi anak. Ia menekankan pentingnya pemahaman perkembangan emosi serta kebutuhan dasar anak menurut standar WHO.
“Anak memiliki hak-hak yang wajib dipenuhi, mulai dari perlindungan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan emosional dan sosialnya,” jelasnya.

Paras turut menguraikan teori attachment yang menekankan pentingnya respons positif orang tua dalam membangun rasa aman bagi anak. “Regulasi emosi membantu anak lebih cepat beradaptasi dan menjalani aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Selain sesi materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pameran UMKM binaan DWP Sulsel, Dekranasda, DWP OPD lingkup Pemprov Sulsel, serta DWP kabupaten/kota.

Turut hadir Ketua DWP Sulsel Melani Simon Jufri, jajaran pengurus kabupaten/kota, serta peserta dari berbagai organisasi perempuan se-Sulawesi Selatan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *