Makassar | Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang November hingga Desember 2025 di seluruh kabupaten/kota. Program ini didanai melalui APBD dari insentif fiskal, sebagai langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan harga pangan dan menjaga stabilitas inflasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muhammad Ilyas, mengatakan GPM sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di tengah potensi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“GPM ini tetap kita laksanakan. Apalagi menjelang Nataru, pasti ada peningkatan permintaan di akhir tahun,” ujarnya.
Program ini juga mendukung distribusi beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) di 24 kabupaten/kota. Berdasarkan jadwal, GPM ditargetkan digelar lebih dari 150 kali hingga akhir 2025, baik oleh pemerintah provinsi maupun pelaksanaan serentak di kabupaten/kota.
Pada Desember, GPM digelar pada pekan pertama dan kedua, yakni tanggal 1, 2, 8, dan 9 Desember, melibatkan 8 kabupaten/kota, disusul 16 daerah lain pada tanggal 9 Desember. Ilyas berharap melalui GPM, inflasi Sulsel tetap terkendali di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. (***)









