Makassar | Program revitalisasi sekolah yang tengah berlangsung di Kota Makassar tidak berhenti pada tahun 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan kembali menyalurkan bantuan revitalisasi sekolah pada tahun 2026, khususnya bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan segera.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq,
mengatakan bahwa keberhasilan revitalisasi tahap awal menjadi motivasi bagi kementerian untuk melanjutkan program serupa di tahun mendatang.
“Tahun depan akan ada lagi bantuan revitalisasi untuk sekolah-sekolah yang memang rusak berat dan membutuhkan. Ini merupakan bagian terpisah, namun sejalan dengan program Presiden dalam meningkatkan mutu pembelajaran,” jelas Fajar.
Selain perbaikan fisik bangunan sekolah, Kemendikdasmen juga mendorong transformasi pembelajaran berbasis teknologi. Hal ini terlihat dari penyaluran Interactive Panel atau smartboard ke sejumlah sekolah, termasuk SMA Tri Dharma Makassar.
Dalam kunjungannya, Fajar meninjau langsung pemanfaatan smartboard yang telah digunakan oleh siswa dan guru. Perangkat tersebut dinilai mampu meningkatkan interaksi dalam proses belajar mengajar serta membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan.
“Smartboard sudah sampai dan mulai digunakan. Anak-anak terlihat lebih aktif, dan perangkat ini bahkan bisa digunakan bersama antara jenjang SMP dan SMA,” ungkapnya.
SMA Tri Dharma Makassar berada di bawah naungan Yayasan Tri Dharma dan melayani dua jenjang pendidikan, yakni SMP dan SMA, yang berlokasi dalam satu kompleks gedung di Jalan Maccini Raya, Makassar. Pemanfaatan teknologi pembelajaran ini memungkinkan efisiensi dan kolaborasi antartingkat pendidikan.
Fajar menambahkan, penggunaan Interactive Panel telah diterapkan di beberapa daerah lain seperti Bogor, dan hasilnya sangat positif terutama di jenjang PAUD dan SD.
“Pembelajaran menjadi lebih interaktif karena ada visual, permainan edukatif, dan konten digital. Ini memudahkan guru dan membuat siswa lebih antusias,” katanya.
Kemendikdasmen berharap, integrasi antara revitalisasi fisik sekolah dan pemanfaatan teknologi digital dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. (***)









