Makassar | Sebanyak 50 anggota terpilih DPRD Kota Makasssr mengikuti pelantikan dan pengucapan sumpah dan janji anggota dewan periode 2024-2029 di Gedung DPRD Makassar, Senin (9/9/2024) pagi.
Ada hal menarik dan tak biasa yang terlihat sebelum pelantikan berlangsung. Salah seorang legislator terpilih yang akan dilantik, yakni Udin Shaputra Malik, datang ke lokasi pelantikan bersama sang istri Aura Aulia Imandara Ramdhan, dengan menggunakan angkutan umum atau Pete-pete.
Hal itu menjadi pemandangan yang kontras. Pasalnya, hampir semua legislator terpilih yang akan dilantik datang menggunakan mobil pribadi yang bisa dibilang mewah.
Udin Malik merupakan legislator PDI Perjuangan. Ia terpilih menjadi anggota dewan Daerah Pemilihan (Dapil) 3 yang meliputi Kecamatan Biringkanaya dan Tamalanrea.
Udin mengatakan, terpilihnya ia menjadi anggota dewan, karena berkat kekompakan para pendukungnya. Oleh karena itu, ia tak ingin mengecewakan pendukung dan warga yang sudah memilihnya.
“Hari ini, adanya saya di sini, karena perjuangan semua. Mungkin semua memiliki harapan kepada saya, khususnya Dapil 3 agar lebih baik ke depannya,” kata Dokter Udin, sapaan akrabnya.
“Doakan saya semoga saya sehat selalu, semoga bisa menjadi dewan yang amanah bagi masyarakat saya,” sambung putra Massenrempulu ini.
Perihal kedatangannya ke lokasi pelantikan menggunakan Pete-pete, Udin mengatakan, hal itu adalah bentuk penegasan, dirinya adalah wakil rakyat yang siap turun berjuang bersama rakyat.
“Ini sebagai penegasan dari komitmen saya, bahwa saya siap turun dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil,” ungkap Udin.
Profil dr Udin Shaputra Malik
Udin Shaputra Malik merupakan dokter muda yang memang sudah sejak lama terbiasa terjun langsung ke lapangan dan bekerja untuk kemanusiaan.
dr Udin Malik merupakan nama yang sudah tak asing lagi di kalangan aktivis kemanusiaan di Sulsel, karena kiprahnya yang kerap turun ke garis depan untuk membantu warga yang tertimpa bencana/musibah di sejumlah daerah di Indonesia.
Beberapa waktu lalu, pria kelahiran Polman 17 Juli 1989 ini, bahkan pernah muncul dan viral di sejumlah media, karena dirinya membantu persalinan ibu yang melahirkan anak kembar saat gempa Palu, Sulawesi Tangah.
Anak bungsu dari enam bersaudara yang sebagian besar masa pendidikannya ia tempuh di Kota Makassar itu juga tercatat memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata.
Usai menamatkan sekolah di SDN Mangkura II Makassar, Udin hanya butuh dua tahun di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mengikuti kelas akselerasi. Tamat di SMP 6 Makassar, ia pun kembali menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di SMAN 17 Makassar lewat kelas akselerasi (2 tahun).
Udin juga pernah mengikuti pertukaran pelajar program AFS ke Jepang selama 1 tahun.
Tak sampai di situ, prestasi kembali ia tunjukkan usai lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2013. Ia meraih predikat Summa cumlaude (IPK 4.00), dan menyandang status wisudawan terbaik pendidikan profesi kedokteran Unhas tahun 2013.
Dari sisi karir, pria yang kini menjadi menantu Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ini, punya catatan pekerjaan yang mentereng. Diantaranya, konsultan kesehatan dan bisnis di Zipline International (2019-2020), Konsultan Kesehatan di Traveloka dan Speyside Consultant Agency (2021-sekarang), dokter perusahaan di PT Wijaya Karya Beton, dan menjabat direktur dan komisaris di perusahaan keluarga.
Berbicara pengalaman bekerja untuk kemanusiaan, Udin punya segudang pengalaman, bahkan sejak ia masih menjadi mahasiswa.
Pengalaman pertamanya terjun menjadi relawan pada saat gempa Padang tahun 2009. Selanjutnya, terlibat di aksi kemanusiaan kebakaran hutan Riau, gempa Lombok, gempa Palu, banjir bandang Sentani Papua, tsunami Selat Sunda Banten, Erupsi Gunung Semeru Jawa Timur, banjir dan tanah longsor Gowa-Makassar, dan masih banyak lainnya.
Selama masa pandemi Covid-19, Udin yang juga anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) aktif di Satgas Penanganan Covid-19. Ia juga terlibat di program Makassar Recover yang dicetuskan Wali Kota Makassar Danny Pomanto. (***)









